Senin, 12 November 2012

LARI START JONGKOK


Teknik Start Jongkok

Tehnik Start Jongkok Pada Lari Cepat | Sprint – Lari cepat adalah salah satu nomor lomba cabang atletik yang paling bergengsi. Dalam mengajarkan lari pada siswa, hal yang terlebih dulu harus diajarkan oleh guru penjas adalah cara melakukan start yang benar. Start yang baik juga akan mempengaruhi hasil atau waktu yang dicapai pelari. Berikut penjelasan tentang Teknik Start Jongkok.

Teknik Start Jongkok terdiri dari 4 (empat) fase yaitu :
Posisi Bersedia
Posisi start standar : letak balok depan adalah 2 kali panjang telapak kaki di belakang garis start. Letak balok belakang 1,5 panjang telapak kaki di belakang balok depan. Atur balok depan lebih datar dari balok belakang. Kedua tangan lurus garis start selebar bahu dan menopang berat badan.

Posisi Siap
Kedua lengan menopang berat badan. Bahu di atas dan sedikit dari kedua tangan. Angkat pantat sampai lutut membentuk sudut 90 derajat dan pantat diangkat sedikit lebih tinggi dari bahu.

Gerak Dorong Lepas Dari Balok Start
Gerak dorong ke depan dari kaki depan. Angkat tangan dari tanah pada saat serentak. Tariklah kaki kiri ke depan degan cepat. Luruskan pinggang dan lutut sepenuhnya pada saat gerak dorong berakhir.

Gerak Percepatan
Dorong ke depan dengan cepat dan penuh kekuatan dari tanah. Pertahankan posisi badan dan tegakkan togok badan sedikit

Aba-aba yang digunakan start jongkok :
“Bersedia”
Letak balok depan adalah 2 kali panjang telapak kaki di belakang garis start. Letak balok belakang 1,5 panjang telapak kaki di belakang balok depan. Atur balok depan lebih datar dari balok belakang. Kedua tangan lurus garis start selebar bahu dan menopang berat badan.

“Siap”
Kedua lengan menopang berat badan. Bahu di atas dan sedikit dari kedua tangan. Angkat pantat sampai lutut membentuk sudut 90 derajat dan pantat diangkat sedikit lebih tinggi dari bahu.

“Yaaa”
Gerak dorong ke depan dari kaki depan. Angkat tangan dari tanah pada saat serentak. Tariklah kaki kiri ke depan degan cepat. Luruskan pinggang dan lutut sepenuhnya pada saat gerak dorong berakhir. Dorong ke depan dengan cepat dan penuh kekuatan dari tanah. Pertahankan posisi badan dan tegakkan togok badan sedikit

KELAS 4 SMESTER 1

BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA


DILARANG BUANG SAMPAH SEMBARANGAN
Buang Sampah Sembarangan Disidangkan
DEPOK, (PRLM).- Sebanyak 20 warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring). Sementara sembilan warga lainnya juga ikut menjalani sidang Tipiring akibat melanggar Peraturan Daerah Kota Depok.
Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban, Teddy Hassanudin Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok mengatakan, sebanyak 29 dari 35 pelanggar memenuhi panggilan untuk melaksanakan tipiring. Mereka terdiri dari pelanggar pembuang sampah, pedagang kaki lima, dan pelanggar Izin Mendirikan Banguan (IMB).
Sidang dipimpin Hakim Wahyu Widya Nurfitri dengan panitera Irawati. Umumnya PKL yang diciduk sedang berjualan dengan gerobak di atas trotoar.
Teddy mengatakan, denda pembuang sampah liar mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 350.000 atau kurungan maksimal tiga hari. "Namun seluruh terdakwa memilih membayar denda," ujarnya di sela pelaksanaan sidang di Aula Balai Kota Depok, Selasa (29/11).
Bagi tersangka yang tidak datang, kata Teddy, akan dilakukan pengawasan oleh Satpol PP. Umumnya yang tidak datang tersebut adalah PKL. Jika terlihat masih berdagang, maka Satpol PP akan melakukan pemanggilan ulang. (A-185/A-88)

KELAS 1V SEMESTER 1

NARKOBA



BAHAYA NARKOBA

BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menekankan pentingnya sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini, yakni di usia pelajar SD dan SMP. Ketua Umum Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jabar ini mengaku, pernah meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar untuk membuat buku penyuluhan bahaya narkoba untuk anak SD dan SMP.
Namun, lanjut Dede, upaya pembuatan buku sosialisasi tersebut belum bisa terealisasi oleh Disdik Jabar. Padahal anggaran Disdik jauh lebih besar dibandingkan BNP Jabar yang pada tahun akhir masa tugasnya ini hanya Rp7 miliar.
“Dari dulu saya minta untuk ada buku penyuluhan tentang narkoba khusus SD dan SMP karena di situlah titik awal pengenalan narkoba. Namun kita tidak dapat kerja sama dengan Disdik akhirnya saya kerja sama dengan Pramuka dan Karang Taruna dan sebagainya, malah jalan,” tutur Dede, usai halal bihalal BNP Jabar dan stakeholder di Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (11/9/2012).
Dede menyebutkan, anggaran Disdik Jabar saat ini mencapai Rp6 triliun. Sedangkan untuk membuat buku sosialisasi tentu hanya membutuhkan biaya kecil dari anggaran sebesar itu. “Kalau dengan anggaran Dinas Pendidikan Rp6 triliun engga ada apa-apanya itu (membuat buku),” tukasnya.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, anak-anak usia SD dan SMP itu sudah banyak yang menggunakan obat-obatan jenis dekstro dan leksotan dengan kadar yang tinggi. “Penggunaannya bahkan sudah mencapai kadar yang terlalu berbahaya,” ujarnya.
Dia berharap ke depan Disdik Jabar dengan anggaranya yang besar itu bisa membuat sosialisasi mengenai pencegahan narkoba dari kalangan terdini, yaitu anak SD dan SMP.
Kunci lain dalam pemberantasan narkoba, kata dia, adalah sosialisasi terhadap masyarakat. Pasalnya, penegakan hukum sekuat apapun si pengedar atau si penyalahguna narkoba tetap bisa terjadi tanpa kesadaran masyarakat. “Namun kalau kita punya punya pendekatan-pendekatan kepada komunitas dan sebagainya, pencegahan itu kan datangnya dari masyarakat, jadi bukan penegakan hukum tapi dari masyarakat itu sendiri,” paparnya.
Menurutnya, sosialisasi sangat penting dalam pencegahan narkoba. Disinggung soal berakhirnya masa tugas BNP tahun ini, pihaknya meminta Bangsos Jabar, Dinkes Jabar, Disdik Jabar bisa menjalankan tugas yang dijalankan BNP Jabar. Kata dia, BNP merupakan lembaga yang bisa ditiru oleh organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya di bidang pemberdayaan masyarakat.
SEMESTER 1 KELAS V1

SEPAK BOLA


SEPAK BOLA
     Sepak bola adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing beranggotakan sebelas orang. Olahraga ini sangat terkenal dan dimainkan di 200 negara. Permainan sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit berukuran 27-28 inci. Lapangan yang digunakan dalam permainan ini memiliki lebar 50-100 yard dan panjang 100-300 yard. Gawang tempat mencetak gol terletak di bagian ujung lapangan dengan dibatasi jaring berukuran tinggi 8 kaki dan lebar 24 kaki.
     Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina. Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.
 Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.
 Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan panjang 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area pinalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang. Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan pinalti atau tidak.
      Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time.
      Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan dihentikan dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan.
       Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola untuk mencegah gol, dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang.

KELAS: 5 SEMESTER 2

POLA MAKAN SEHAT UNTUK ANAK


Macam-macam Cara Meningkatkan Pola Makan Sehat untuk Anak

Pola makan anak sangatlah susah untuk diatur. Tapi untuk meningkatkan pola makan sehat bagi anak bukan lah hal yang sulit. Berikut ini adalah 10 Cara Meningkatkan Pola Makan Sehat untuk Anak.

 Cara yang terbaik untuk meningkatkan nutrisi pada anak adalah menyediakan makanan dengan gizi seimbang di rumah. Untuk memulainya, yang diperlukan adalah cara membuat pilihan makanan sehat dan bantulah anak anda membangun hubungan yang baik dengan makanan sehat. Yang paling mudah adalah anak-anak akan mencontoh pola hidup dan pola makan sehat dari orangtuanya. Di bawah ini terdapat beberapa tips untuk membantu membentuk pola makan sehat pada anak-anak:
 Jangan membatasi makanan pada anak

Jangan membatasi makanan pada anak.
 Membatasi jumlah maupun jenis makakan dapat meningkatkan risiko gangguan pola makan pada anak seperti bulimia dan anoreksia pada saat remaja nanti. Efek lainnya adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan
 Sediakan makanan sehat di rumah anda

 Sediakan makanan sehat di rumah anda.
 Anak-anak akan memakan makanan yang tersedia di rumah. Taruhlah buah di meja sebagai snack, jangan di sudut kulkas. Bawalah apel atau jeruk sebagai snack anda sendiri. Memberikan contoh akan jauh lebih efektif dibandingkan hanya menasihati mereka dengan kata-kata. Ingat, anak-anak hanya akan memakan makanan yang tersedia di rumah

Jangan melabel makanan dengan kata ‘baik’ atau ‘jahat’.
 Sebaliknya, tanamkanlah pengertian pada anak anda mengenai kandungan dari makanan tersebut. Seperti kalsium yang terkandung di dalam susu dan ikan sangat baik untuk perkembangan tulang dan gigi, dimana tulang yang baik berarti anak dapat aktif bermain atau berolahraga. Trans-fat yang dihasilkan oleh makanan yang digoreng (deep fried) dapat menyebabkan peningkatan kolesterol yang dapat menyebabkan obesitas dan sakit jantung sehingga anak tidak dapat bermain dengan leluasa. Hubungkanlah antara makanan dengan aktivitas olahraga atau bermain anak

Hargailah pilihan makanan sehat oleh anak.
 Berikanlah senyum dan pujian apabila mereka memilih makanan yang sehat

Jangan pernah memberikan makanan sebagai hadiah.
 Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi obesitas atau menderita masalah kelebihan berat badan. Berikanlah hadiah pada anak seperti jalan-jalan atau mainan

Biasakanlah untuk makan malam bersama.
 Tradisi makan malam bersama menurut penelitian memberikan nutrisi yang lebih baik untuk anak dan mengurangi kemungkinan terjadinya masalah di kala remaja

Sediakan piring masing-masing di kala makan.
 Tujuannya adalah agar anda dapat memberikan jumlah yang cukup dan sehat pada masing-masing piring (ayah, anak). Anak anda akan belajr mengenali jumlah yang proporsional atau cukup untuk nutrisi mereka

Berikan anak anda kontrol.
 Ajaklah anak anda untuk memberikan nilai (0-10) pada masing-masing makanan di meja makan setelah mencicipinya. Apabila jenis makanan sehat, terutama sayuran, mendapatkan nilai yang tinggi, berilah pujian pada mereka dan berilah mereka lebih banyak sayuran

Jangan mengenai pilihan makanan yang tidak sehat.
 Apabila anak ingin makanan yang tidak sehat anda dapat mengabaikannya. Atau anda dapat memberi mereka makanan pengganti yang lebih sehat. Contoh apabila anak anda menginginkan ayam goreng, anda dapat membuatkan ayam panggang. Apabila anak anda menginginkan kentang goreng, anda dapat membuatkan kentang panggang dengan saus tomat, brokoli, dan daging.

KELAS 2 SEMESTER 11


RENANG GAYA DADA


Renang Gaya Dada

Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan.  Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.

Manusia sudah berenang gaya dada sejak Zaman Batu seperti digambarkan dalam lukisan di Gua Perenang, dekat Wadi Sora, Mesir barat daya. Gerakan kaki gaya dada diperkirakan meniru gerakan berenang katak. Di lukisan dinding yang dibuat orang Assyria dan lukisan relief yang ditemukan di Babilonia
Lomba renang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang memakai gaya dada. Dalam lomba renang tahun 1844 di London, sejumlah perenang suku Indian ikut serta. Perenang Inggris menggunakan gaya dada sementara perenang suku Indian berenang gaya bebas. Hingga tahun 1873, orang Inggris lebih senang berenang gaya dada.

Awal tahun 1966, perenang Rusia . Nikolai pankiri mulai mengembangkan gerak gaya dengan mana dapat menambahkan kecepatan gerak tangan melakukan fase istirahat, menghilangkan sikap dimana tangan akan kembali bersama sama di bawah dada. Hal ini merupakan pembaharuan menambah irama dari gaya dan memukinkan agak sedikit menunda posisi ambil nafas . Pengembangan ini berperan penting dan kini disebut gaya dada eropa, yang mana beberapa hal berbeda dengan gaya dada Amerika Serikat .

 Teknik Renang Gaya Dada
1. Gerakan kaki (Kicking)
a. Gerak kaki pada gaya dada saat ini adalah gerakan kaki yang cenderung membentuk gerak kaki dolpin (whip kick) , dimana pada saatfase istirahat yaitu fase ketika kedua tungkai kaki bagian bawah di tarik serentak mendekati pinggul dan kemudian setelah fase itu di kerjakan pergrlangan kedua kaki diputar mengarah keluar hingga membentuk sudut +50’’ , kemudian dari posisi ini kedua kaki melakukan gerak menginjak dan diakhiri dengan menendang sehingga kedua kaki bertemu lurus kebelakang . Gerak ini sering disebut dengan istilah propeller , dimana pergelangan kaki dan tungkai kaki bagian bawah berfungsi sebagai alatnya .
b. Beberapa perenang ada yang melakukan akhir dari gerakan kaki menginjak dan menendang itu hingga tumit kaki sedikit naik keatas permukan air, hal ini disebabkan kaki yang bersangkutan sangat lentur (flexible) .
c. Keuntungan yang diperoleh oleh perenang yang mempunyai kelenturan kaki tinggi, biasanya dimanfaatkan pada akhir dari ledutan dengan membuat gerak kaki dolpin di bawah permukan air . 
d. Usahakan pada saat kedua kaki ditarik mendekati pinggul dilakukan semaksimal mungkin , sehingga sikap ini dapat melakukan rangkaian gerak berikutnya dengan lebih kuat. Apabila pada waktu melakukan gerak menarik tungkaikaki bawah agak berat dilakukan , maka gerak itu dikerjakan dengan bantuan sediokit kedua belah paha dibuka .
e. Meningkatkan kecepatan padasaat melakukan gerak kaki adalah sangat diperlukan dan penting . Kaki akan mendapat akselerasi dan mencapai tingkat kecepatan maksimum, hanya karena kedua kaki setelah mengerjakan tendangan dan menutup lurus di belakang . Gerak yang dilakukan kaki itu akan memperoduksi tenaga gaya angkat (lift force )ke arah depan .

Beberapa bentuk latihan
a. di tepi kolam renang dengan memegang pari/tepi , dilakukan rangkaian gerak secara berjenjang .
b. Bila menggunakan papan latihan sambil jalan di kolam dangkal.
c. Tanpa menggunakan papan latihan , kedua lengan lurus kedepan.
d. Bisa diberikan dengan sikap terlentang , lakukan rangkaian gerak kaki gaya dada.
2. Pernafasan (Breathing)
Bentuk bentuk latihan
a. Di kolam dangkal : membelakangi dinding atau menghadap dinding kedua lengan di lipat di belakang punggung , lakukan irama mengambil nafas dari permukaan air melalui mulut dengan sikap pandangan kedepan , di mana dada sedikit di angkat, kemudian masukan bagian muka ke permukaan air dengan menundukan kepala. Buanglah sisa-sisa pembakaran di bawah permukaan air melalui hidung.  Latihlah rangkaian gerak ini hingga menjadi terbiasa, dan biasanya apabila sudah terlatih dengan gaya kupu-kupu , latihan tidak dikerjakan sebab langsung dapat menguasai.
b. Untuk memperoleh gerak pernafasan baik pada gaya dada, cukup di kombinasikan dengan kaki.
3. Kordinasi kaki-nafas
Kordinasi gerak antara kaki dengan nafasw dikerjakan dengan dua pendapat, ada yang mengerjakan kepala sebagai kendali , dimana kepala diangkat kedua kaki mengikuti dengan menarik kearah pinggul dan kepala kembali masuk permukaan air, kedua kaki melalui sikap kedua pergelangan kaki mengarah keluar mengerjakan injakan dan tendangan hingga berakhir lurus ke belakang . Pendapat lain dan juga banyak di kerjakan yaitu, saat kedua kaki mengerjakan proses menginjak dan menendang hingga lurus ke belakang, kepala di angkat dan selanjutnya kepala masuk kepermukaan air justri kedua kaki ditarik mendekati pinggul (saat melakukan fase istirahat)
Beberapa bentuk latihan
a. Di kolam dangkal ; kedua tangan memegang tepi atau parit kolam lakukan rangkaian gerak dengan mengguankan prinsip gerak tersebut di atas.
b. Dengan menggunakan papan latihan kedua tangan memegang papan latihan gunakan rangkaian gerak baik menurut pendapat pertama maupun mengikuti pendapat kedua.
c. Untuk memperoleh kordinasi yang baik bisa di berikan tanpa menggunakan papan latihan kedua tangan berada lurus di samping tubuh , prinsip yang sama seperti mengguanakan papan latihan dapat di lakukan di sini.
d. Bisa juga tanpa menggunakan papan , kedua lengan tidak lus di samping, tetapi di lipat di punggung .

Hal ini di kerjakan terutama untuk menghindarkan tangan melakukan gerak ekstra untuk membantu tubuh maju sehingga latihan yang di kerjakan tidak efektif lagi. 
4. Rotasi tangan (Hand Rotation)
a. Rotasi gerak pada Versi Amerika Utara; tidak menggunakan push (Outward and catch – pull recovery atau fase membuka atau menangkap – fase menarik –mfase istirahat).
b. Rotasi gerak Versi Eropa Timur; menggunakan fase mendorong (push), dengan rangkaian fase membuka dan menangkap – fase menarik –fase mendorong – fase istirahat atau Outward and catch – pull – push –recivery.
c. Pelatih renang asal Canada, memodifikasi gerak gaya dada Versi Eropa Timur dengan sedikit mengubah pada saat tangan akan melakukan fase mendorong di ubah menjadi fase menyapu kedalam (in ward sweep) dimana sapuan dari telapak tangan itu bertemu di depan hingga lengan membentuk paru lembing. 
d. Kedalam lengan atau tangan / lengan di bawah permukaan air ketika melakukan fase istirahat sekitar 15-20 cm, bagi Versi Amerika Utara.
e. Kedalaman lengan /tangan di bawah permukaan air ketika melakukan fase istirahat sekitar 25-30 cm.

Bagi Versi Eropa Timur. 
Pada dasarnya rotasi tangan terdiri dari:  VERSI AMERIKA UTARA
a. Fase istirahat (recovery), saat kedua lengan lurus di depan.
b. Fase membuka keluar (Outward), saat kedua tangan membuka keluar hingga lebih lebar dari perpanjangan garis bahu. 
c. Fase menangkap (cetch) , fase ini di lakukan setelah akhir dari melakukan fase membuka , dimana saat mengerjakan fase ini usahakan sikut tinggi (high elbow) untuk memutar pergelangan tangan . 

VERSI EROPA TIMUR
a. Fase istirahat (recovery) , saat kedua tangan lurus di depan
b. Fase membuka keluar (Outward)m , saat dimana kedua tangan membuka kesamping hingga memperpanjang garis bahu sudut yang di bentuk antara telapak tangan dengan permukaan air pada saat menyapu keluar adalah 30-45.Dan sudut yang di bentuk antaraa lengan bawah dengan tangan pada pergelangan adalah 15-30. 
c. Fase mendorong kedalam (push) fase ini di lakukan setelah berakhirnya fase membuka keluar, di mana saat melakukan fase mendorong kedua telapak tangan saling berhadapan serentak dengan menutup telapak tangan hingga bertemu , kedua siku dengan juga menutup keduanya bertemu pada saat garis lurus di bawah dagu.

VERSI CANADA
Versi ini berkembang dari Versi Eropa Timur, sehingga beberapa fase yang di kerjakan pada versi Eropa Timur juga di kerjakan pada versi Canada. Fase istirahat dan fase membuka keluar tetap sama dan perbedaanya terletak pada fase mendorong, fase menutup kedalam (Inward sweep) di lakukan setelah berakhirnya fase membuka keluar di lanjutkan dengan melakukan sapuan atau ayunan dimana kedua belah siku tidak perlu bertemu dan cukup hanya kedua telapak tangan.    Agar
diperhatikan pada saat melakukan sapuan ke dalam posisi telapak tangan dengan air membentuk sudut antara 30-45. atau rata-rata 40.

5. Kordinasi nafas- tangan
a. Pada Versi Amerika Utara ambil nafas di lakukan pada saat tangan melakukan akhir fase menarik.
b. Pada versi Eropa Timur ambil nafas di lakukan pada saat melakukan fase mendorong.
c. Sama seperti pada versi Eropa Timur, maka versi Canada mengambil nafas di lakukan pada saat melakukan sapuan tangan kedalam (Inward sweep) .
Beberapa bentuk latihan
a. Dengan menggunakan papan latihan, lakukan kordinasi gerak antara tangan dengan nafas seperti halnya latihan tangan . 
b. Berpasangan di mana saat satu rekanya melakukan rangkaian korinasi tangan dengan nafas, maka rekan lainya mengepit kedua kaki dan memegang pinggul atau paha yang bersangkutan.

6. Renang lengkap ( kordinasi kaki- nafas- tangan)
Beberapa bentuk latihan
a. Dapat di berikan dengan bentuk latihan Catc – up .
b. Pada saat tertentu di usahakan tidak banyak menggunakan papan .

7. Perbaikan kesalahan pada renang gaya dada
Seperti pada gaya renangan lain-lainya , maka beberapa bentuk kesalahan sering terjadi pada gaya dada. Adapun bentuk-bentuk kesalahan yang terjadi seperti: 
a. Posisi lutut turun , akibatnya pinggul naik:
Apabila terjadi kasus seperti ini, upaya penanggulanganya adalah berlatih dengan menggunakan papan latihan dengan prisip gerakan dikerjakan yaitu saat melakukan fase istirahat pada kaki yaitu saat dimana kedua tungkai kaki bawah di lipat hingga mendekati pinggul, bentuk-bentuk di kerjakan dengan konsep tidak membentuk sudut sebagai akibat lutut yang di turunkan kebawah, melainkan sebagai akibat lipatan tunkai kaki bawah ke atas hingga mendekati kepinggul.
b. Mengambil nafas terlalu dini:
Bila terjadi semacam ini dilakukan bentuk perbaikan dengan mengulang kembali rangkaian gerak pada kordinasi nafas dengan tangan.
c. Kaki tidak mampu maksimal melakukan lipatan dan membuka ke samping.
Penanggulangan dengan melatih kaki dengan menggunakan papan atau mengambil sikap terlentang untuk mengerjakan kaki gaya dada, di mana saat melipat , lakukan gerak kaki menarik ke arah pinggul dan bukan gerakan melipat itu di lakukan sebagai akibat turunya lutut.
d. Melakukan tarikan terlalu dalam;
Melakukan tarikan terlalu dalam pada gaya dada , bisa berakibat terhentinya gerakan di saat akhir tarikan . Selain itu bentuk, tarikan ini tidak saja menjadi tahanan bagi daya luncur renangan, tetapi yang jelas hal semacam ini akan mengurangi akselerasi dari renang yang bersangkutan.

Bentuk-Bentuk Latihan Untuk Menguasai Renang Gaya Dada
Berikut ini merupakan bentuk latihan agar seseorang dapat lebih menguasai renang gaya dada
1. latihan gerakan meluncur
 Meluncur merupakan teknik awal yang harus dikuasai perenang, latihan meluncur sangat penting untuk menghilangkan rasa takut dalam air, menyesuaikan suhu tubuh, dan menghilangkan resiko cedera.
 - Berdiri dipinggir kolam, salah satu kaki menempel pada dinding kolam
 - Badan dibungkukan de depan sejajar dengan permukaan air dan kedua lengan diluruskan mengapit telinga. - Tolakan kaki yang menempel di dnding kuat-kuat, badan akan meluncur ke depan
 - Kedua kaki dan kedua lengan lurus ke depan
 - Tubuh lurus dan jaga keseimbangan, posisi badan di atas permukaan air (stream line)
  
 Latihan Gerakan kaki:
 Pelaksanaan:
 - Sikap badan telungkup
 - Kedua Tangan berpegangan pada dinding
 - Kepala berada di permukaan air dan kedua kaki diluruskan
 - Kedua kaki ditarik ke samping dan kedua kaki diluruskan
 - Kemudian kedua kaki diluruskan sambil membuat lecutan pada saat ditutupkan
 - Pergelangan kaki tetap relax
 - lakukan secara berulang-ulang dengan kecepatan dan kekuatan penuh sehingga  akan terasa adanya    dorongan dalam meluncur ke depan

  Latihan Gerakan Tangan:
  Pelaksanaan:
 - Kedua kaki dilekatkan pada dinding kolam
 - Kedua tangan diluruskan dan kepala keluar dari permukaan air
 - Tarik kedua tangan secara bersamaan ke arah bawah dada sambil kedua telapak tangan mengayuh air
 - Lakukan secara berulang-ulang
 - Dapat dilakukan dengan bantuan papan peluncur
  
Latihan mengambil nafas:
 Prinsipnya sama dengan latihan gerakan tangan, yaitu pada kedua tangan ditarik ke samping, dagu di angkat ke atas permukaan air sambil menghirup udara.
KELAS 2 SEMESER 11

LOMPAT TALI


Lompat Tali (skipping atau rope jumping)
Lompat tali adalah salah satu jenis latihan kardio (latihan penguatan jantung) sederhana yang berdampak besar bagi tubuh. Coba bayangkan, dengan lompat tali selama 10 menit Anda dapat membakar kalori setara dengan jogging 8 menit per mil. Selain itu, olahraga ini, mudah dan dapat dilakukan siapa saja, harga peralatannya terjangkau, awet, mudah dibawa. Efek lain dari lompat tali adalah meningkatkan kekuatan (membangun kepadatan tulang),meningkatkan koordinasi. (mengontrol kecepatan dan irama gerakan dengan posisi yang tepat)
Tahapan lompat tali :
 Berdiri tegak, kedua tangan memegang ujung tali.
 Pertama, posisikan tali di belakang tubuh
 Ayunkan tali ke depan, lalu melompat (dengan dua kaki berbarengan) sebanyak 20-30 hitungan.
 Beri jeda kurang lebih 30 detik. (untuk mengembalikan konsentrasi)
 Kemudian ulangi langkah 3 namun tali diayunkan ke belakang.
 Ulangi sampai beberapa set hitungan atau sesuaikan dengan kemampuan.

KELAS 1V SEMESTER 2

PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH


Pendidikan Lingkungan Harus Diterapkan Dari Sekolah
Kalau kita pergi ke sekolah-sekolah, mulai dari SD sampai universitas, kita terus melihat pemandangan sampah yang dibuang sembarangan dimana-mana. Saya merasa anak-anak sekolah kita benar-benar tidak sadar bahwa membuang sampah dapat berakibat fatal pada lingkungan. Apalagi di Indonesia, kita selalu berpikir akan ada tukang pulung atau tukang sampah yang akan membersihkan sampah kita. Padahal jauh-jauh kita protes soal banjir, kita sendiri membuang sampah sembarangan.

Itu baru sampah. Bagaimana dengan hal-hal yang lain seperti penggunaan air yang seenaknya, makanan yang dibuang percuma, pembelian barang-barang konsumtif yang tidak perlu, dan lainnya.

Kita harus bisa memulai mengajarkan arti lingkungan pada setiap anak mulai dari kecil. Akan tetapi sekolah serta guru-guru pun harus ikut mendukung. Bagaimana mau mengajarkan lingkungan kalau sekolah itu juga gersang, tidak ada pohon sama sekali. Paling tidak banyak sekali yang bisa kita ajarkan ke anak sekolah. Mulai dari pelajaran bercocok tanam di petak kecil saja dengan tanaman yang mudah tumbuh agar anak-anak pun bersemangat. Lalu bisa membuat kompos dari daun-daun pohon berserakan serta sisa makanan, lalu menganjurkan anak-anak agar memakai kendaraan umum atau berjalan kaki dan bersepeda ke sekolah.

Ajak mereka menonton film “An Inconvenient Truth”, dan berpiknik ke taman suaka Muara Angke untuk ikut menanam bakau. Juga ajak anak-anak pergi berkemah sehingga mereka bisa mencintai alam dan terbiasa untuk hidup di tengah alam.

Semua langkah ini kita terapkan karena lebih mudah merubah anak-anak dibandingkan orang dewasa. Anak-anak pun kalau sudah terbiasa sejak kecil maka kebiasaan tersebut bisa dibawa hingga dewasa dan ditularkan ke banyak orang.  Dari semua ini, mudah-mudahan sedikit demi sedikit kita bisa memiliki masyarakat yang cinta dan peduli akan lingkungan.
SEMESTER 2 KELAS 2

OLAHRAGA DAN TUMBUH KEMBANG ANAK


OLAHRAGA DAN TUMBUH KEMBANG ANAK

Hingga saat ini masih banyak para orangtua yang memandang sebelah mata terhadap mata pelajaran Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) di Sekolah Dasar (SD). Pandangan tersebut paling tidak disebabkan oleh dua hal: Pertama, mata pelajaran Penjaskes tidak di Unas-kan, sehingga dimata orangtua mata pelajaran ini hanya dianggap sebagai mata pelajaran pelengkap yang tidak penting dan tidak perlu diprioritaskan.
 Kedua, kurangnya pemahaman para orangtua tentang peran dan fungsi mata pelajaran Penjaskes di SD terkait dalam rangka mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak. Akibat kekurangtahuan tentang hal tersebut, banyak orangtua yang merasa memiliki beban ketika nilai mata pelajaran Penjaskes jelek, sering absen ketika ber-olahraga atau membiarkan anaknya ketika mengetahui ia tidak bersungguh-sungguh mengikuti pelajaran Penjaskes.
 Lebih parahnya lagi, banyak siswa SD yang memiliki pandangan tidak jauh berbeda dengan orangtuanya. Mereka tampak kurang bergairah ketika berolah raga, mengikuti pelajaran hanya asal-asalan atau lebih senang duduk-duduk dari pada mengikuti petunjuk dari guru untuk melakukan gerakan secara benar dan tepat. Ironisnnya, ada saja anak yang absen ber-olahraga dengan alasan sakit atau kurang sehat, sementara mereka tahu bahwa olahraga itu memiliki banyak manfaat termasuk untuk menyehatkan badan.
 Perlu dipahami bersama bahwa mata pelajaran Penjaskes di SD merupakan bagian integral dari pendidikan keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, ketrampilan gerak, ketrampilan berpikir kritis, ketrampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olah raga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Ini berarti, mata pelajaran ini juga mempunyai peran unik dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Karena selain dapat digunakan untuk pengembangan aspek fisik dan psikomotor, juga ikut berperan dalam pengembangan aspek kognitif dan afektif secara serasi dan seimbang.
 Dengan demikian, perlu ditandaskan disini bahwa mata Pelajaran Penjaskes di SD memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam rangka mengembangkan anak secara totalitas. Pada saat siswa melakukan aktivitas fisik terdapat berbagai aspek yang dikandungnya. Para ahli menegaskan bahwa pada saat itu anak sedang melakukan interaksi dengan dunia luar; dunia bermain dan dan dunia realitas yang dihadapinya. Berolahraga tidak dapat dipandang sebagai aspek biologis, melainkan sedang terjadi interaksi psiko-sosial yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
 Dengan demikian Penjaskes merupakan pendidikan yang dapat memberikan pengalaman konkrit tentang bebagai makna nilai-nilai sosial. Nilai saling menghargai, kerjasama, saling berkompetisi dengan sehat, tidak kenal lelah, pantang menyerah dan bersahabat merupakan nilai-nilai sosial yang dapat diinternalisasi melalui program Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan.
 Untuk dapat merealisasikan hal tersebut di atas, tentu dibutuhkan kemampuan profesional guru yang memadai. Kemampuan professional tersebut harus menjadi bagian dari profil guru Penjaskes. Kemampuan yang dimaksud adalah memahami secara mendalam tentang karakteristik anak didik, termasuk pertumbuhan dan perkembangannya
 Disamping itu guru mata Penjaskes di SD juga harus memahami dan mendalami tahap-tahap perkembangan gerak. Perkembangan gerak merujuk pada kebutuhan individual dan lingkungan. Faktor individual secara spesifik berhubungan dengan keadaan internal yang secara khusus oleh tiap anak. Tiap anak memiliki faktor individual yang berbeda. Kemudian, faktor lingkungan berhubungan dengan faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan individu.
 Agar mata pelajaran Penjaskes di SD dapat lebih berperan dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak didik, para guru Penjaskes harus mampu menanamkan pengertian yang benar pada diri anak didik bahwa mata pelajaran Penjaskes merupakan mata pelajaran penting dalam rangka membentuk fisik dan mental yang sehat. Jadi mata pelajaran ini untuk selanjutnya di mata siswa bukan sekedar mata pelajaran pelengkap tetapi menjadi mata pelajaran penting yang harus diikuti secara bersungguh-sungguh dan disiplin.
 Lebih dari itu, guru mata Penjaskes juga harus pandai-pandai menyajikan mata pelajaran ini ini secara menarik. Caranya, guru dapat memberikan materi terkait dengan upaya menerapkan budaya hidup sehat disela-sela kegiatan praktik di lapangan, misalnya pada waktu istirahat setelah usai melakukan aktivitas olahraga tertentu. Materi disesuaikan dengan kegiatan olahraga yang baru saja dilaksanakan atau materi-materi yang terkait lainnya.
 Selanjutnya, guru Penjaskes juga diharapkan dapat bekerjasama dengan guru lain sehingga mata pelajarannya dapat didukung oleh guru kelas atau guru-guru pengampu mata pelajaran lainnya di sekolah. Artiya, mereka dapat ikut menyajikan materi yang terkait dengan budaya hidup sehat dalam materi yang diberikan oleh guru yang bersangkutan dengan cara menyisipkan materi-materi yang sesuai dengan tema atau subtema yang diberikan. Konsep yang mendasarinya adalah tidak seluruh materi kesehatan diajarkan melalui mata pelajaran Penjaskes. Sehingga upaya ini penting untuk mencapai hasil yang optimal dalam rangka menyeimbangkan antara pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis anak didik.
 Akan lebih baik lagi jika guru mata pelajaran Penjaskes bersama-sama dengan guru mata pelajaran sejenis di sekolah lain untuk selalu berupaya menciptakan kreasi dan cara terbaik, agar mata pelajaran tersebut diminati oleh siswa karena sisi kemanfaatan dan ketepatan metode pembelajaran yang digunakan. Bila mata pelajaran ini sudah disukai oleh anak didik, maka mereka dengan penuh kesadaran akan melakukan aktivitas secara bersungguh-sungguh sehingga menghasilkan prestasi yang membanggakan.
KELAS 1 SEMESTER 1


Gerak Lari dan Jalan Di Sekolah Dasar
Dasar-Dasar Gerak Lari dan Jalan Untuk Siswa SD - Lari adalah nomor atletik yang menjadi dasar dari hampir semua cabang olah raga. Paling tidak dalam pemanasan (warming up), lari menjadi bagian penting, sehingga harus diajarkan kepada semua anak. Guru yang mengajar pendidikan jasmani harus selalu memikirkan tentang bagaimana bagian dari materi pelajaran lari dapat dibuat semenarik dan menyenangkan mungkin. Bentuk lintasan, susunan kelompok, peralatan yang digunakan dan gerakan Iainnya harus bervariasi. Berbagai gerakan lari yang dapat dilakukan misalnya : lari maju, mundur dan kesamping, pada lintasan lurus dan hntasan berkelok-kelok; cepat dan lambat, menanjak atau menurun; menaiki atau menuruni tangga; dengan irama, dengan memantul, sendirian. berpasangan, di bukit, di jalan, dalam bentuk estafet dan lain-lain.
Untuk materi pelajaran pendidikan jasmani di SD kelas Ml tentu saja tidak semua variasi seperti contoh di atas ditampilkan. Materi harus dipilih dan, disesuaikan dengan pertumbuhan fisik dan kemampuan anak (6-8 tahun). Pada anak kelas Ml, koordinasi gerak belum sempuma, sangat aktif, konsentrasi kurang. serba ingin tahu. imajinatif, senang membentuk keiompok kecti, laki-laki perempuan mempunyai minat sama, mudah gembira karena pujian dan mudah sedih karena dikritik. Dengan memperhatikan ciri-ctri di atas. maka materi pengajaran harus disesuaikan.
Berbagai bentuk gerakan lari/jalan
Lari/jalan ke depan
Lari/jalan ke beiakang
Lari angkat paha
Lari/jalan silang ke samping
Lari langkah kuda
Lari/jalan membawa benda
Lari/jalan lintasan berkelok-ketok
Lari/jalan naik turun tangga
Anak bertemu satu dengan yang lain dengan gerakan jalan / lari bersalaman
Menepukkan satu tangan dengan tangan lawan
Menepukkan kedua tangan dengan tangan lawan
Bergandengan pada siku membuat satu putaran
Bergandengan tangan setinggi bahu, membuat putaran
Bergandengan dua tangan membuat satu putaran

Senin, 05 November 2012

CONTOH GAMBAR LARI START JONGKOK




VIDEO LARI START JONGKOK


lari star jongkok


Teknik Star Jongkok Dan Lari Jarak Pendek


 

Lari jarak pendek atau Sprint adalah salah satu jenis lari yang dilombakan. Lari jenis ini dilakukan dengan kecepatan tinggi dan menempuh jarak pendek yaitu: lari jarak 100 meter,lari 200 meter,lari 400 meter, dan lari estafet atau lari sambung. Pelari jarak pendek (sprinter) menggunakan segala kemampuannya agar dapat secepatnya sampai garis finish. Untuk menjadi seorang sprinter atau pelari jarak pendek yang handal diperlukan penguasaan teknik start dan teknik lari yang benar, latihan start dan latihan teknik lari lakukan secara sistematis dan terprogram. Adapun teknik start dan teknik lari jarak pendek adalah sebagai berikut:  

Teknik Start 
Start adalah sikap dan gerakan awal untuk memulai lari, start dalam nomor lari terbagi menjadi 3 macam, yaitu:
a. Start berdiri (standing start) start berdiri digunakan untuk lari jarak menengah dan lari jarak jauh. 
b. Start melayang (flying start) start melayang digunakan oleh pelari II, III, dan IV dalam lari estafet 4 x 100meter 
c. Start Jongkok (cruched start) start jongkok digunakan dalam lari jarak pendek.  

Start Jongkok 
 Start Jongkok dibagi menjadi 3 macam start yaitu: 
1. Start pendek (bunch start) 
2. Start menengah (medium start) 
3. Start panjang (long start)  

Cara melakukan start jongkok 
a. Lutut kaki belakang diletakan pada ujung kaki depan dengan jarak satu kepal tangan. 
b. Kedua lengan lurus sejajar dengan bahu, telapak tangan (jari-jari) letakan dibelakang garis start dengan telapak tangan membentuk "V" terbalik. 
c. Pandangan lurus ke lintasan d. Berat badan berada dikedua tangan. Pada aba-aba "Siap" memindahkan berat badan ke depan, Aba-aba "ya" atau bunyi pistol secara reflek dan cepat melesat bertolak ke depan.

 Untuk lebih jelasnya lihat gambar dan ikuti langkah-langkah melakukan start jonkok di bawah ini. 
 
- Aba-aba "bersedia" badan di bungkukan kedua telapak tangan bertumpu dibelakang garis start 
- Aba-aba "siap" lutut di angkat, kedua kaki sedikit bergerak ke atas, pandangan ke depan pendek 
- Aba-aba "ya" atau bunyi pistol, secara refleks dan cepat bertolak ke depan

a. Sikap melangkah kaki diangkat lalu ditekuk secara bergantian, kaki digerakan ke depan dengan tumpuan ujung kaki. 
b. Sikap Badan Sikap badan bergerak ke depan, agak condong dan kaki mendorong pinggul ke depan 
c. Pandangan ke arah depan sekitar 10 meter.  

Teknik Lari 
Teknik lari dilakukan dengan cara 
 - langkah atau gerakan kaki selebar dan secepat mungkin 
- pendaratan kaki pada ujung kaki 
- ayunan lengan rileks dan berirama dengan telapak tangan membuka 
- sikap badan condong ke depan.  

Teknik Finish 
Finish adalah penyelesaian lari dengan melewati garis finish atau pita finish. 
 
Ada 3 macam cara unutk masuk finish, yaitu: 
1. Lari terus tanpa mengurangi kecepatan 
2. pada saat menyentuh pita, dada dicondongkan ke depan dan ayunan tangan ke belakang 
3. pada saat menyentuh pita, dada agak diputar dengan ayunan tangan ke depan 



Tehnik Start Jongkok Pada Lari Cepat | Sprint – Lari cepat adalah salah satu nomor lomba cabang atletik yang paling bergengsi. Dalam mengajarkan lari pada siswa, hal yang terlebih dulu harus diajarkan oleh guru penjas adalah cara melakukan start yang benar. Start yang baik juga akan mempengaruhi hasil atau waktu yang dicapai pelari. Berikut penjelasan tentang Teknik Start Jongkok.

Teknik Start Jongkok terdiri dari 4 (empat) fase yaitu :
Posisi Bersedia
Posisi start standar : letak balok depan adalah 2 kali panjang telapak kaki di belakang garis start. Letak balok belakang 1,5 panjang telapak kaki di belakang balok depan. Atur balok depan lebih datar dari balok belakang. Kedua tangan lurus garis start selebar bahu dan menopang berat badan.

Posisi Siap
Kedua lengan menopang berat badan. Bahu di atas dan sedikit dari kedua tangan. Angkat pantat sampai lutut membentuk sudut 90 derajat dan pantat diangkat sedikit lebih tinggi dari bahu.

Gerak Dorong Lepas Dari Balok Start
Gerak dorong ke depan dari kaki depan. Angkat tangan dari tanah pada saat serentak. Tariklah kaki kiri ke depan degan cepat. Luruskan pinggang dan lutut sepenuhnya pada saat gerak dorong berakhir.

Gerak Percepatan
Dorong ke depan dengan cepat dan penuh kekuatan dari tanah. Pertahankan posisi badan dan tegakkan togok badan sedikit

Aba-aba yang digunakan start jongkok :
“Bersedia”
Letak balok depan adalah 2 kali panjang telapak kaki di belakang garis start. Letak balok belakang 1,5 panjang telapak kaki di belakang balok depan. Atur balok depan lebih datar dari balok belakang. Kedua tangan lurus garis start selebar bahu dan menopang berat badan.

“Siap”
Kedua lengan menopang berat badan. Bahu di atas dan sedikit dari kedua tangan. Angkat pantat sampai lutut membentuk sudut 90 derajat dan pantat diangkat sedikit lebih tinggi dari bahu.

“Yaaa”
Gerak dorong ke depan dari kaki depan. Angkat tangan dari tanah pada saat serentak. Tariklah kaki kiri ke depan degan cepat. Luruskan pinggang dan lutut sepenuhnya pada saat gerak dorong berakhir. Dorong ke depan dengan cepat dan penuh kekuatan dari tanah. Pertahankan posisi badan dan tegakkan togok badan sedikit
Posted in: Psikomotor


 Lari jarak pendek adalah berlari dengan kecepatan penuh sepanjang jarak yang harus ditempuh, atau sampai jarak yang telah ditentukan. Pelarinya bisa juga disebut dengan sprinter 

Nomor-Nomor Atletik
1. Nomor Lari
-. Lari jarak pendek 100, 200, 400 meter
-. Lari jaraj menengah 800 , 1500 meter
-. Lari jarak jauh 5000, 10000 meter dan marathon 42,195 km
secara teknis penggunaan start jongkok yang digunakan  sama. yang membedakan hanyalah pada penghematan penggunaan tenaga, karena perbedaan jarak yang harus ditempuh. Makin jauh jarak yang harus ditempuh makin banyak tenaga yang harus dibutuhkan.
Cara Melakukan Start Jongkok
dsGerakan lari jarak pendek dibagi menjadi tiga tahapialah: star, gerakan lari cepat (sprint), gerakan finis.
Start Dalam perlombaan lari, ada tiga cara star, ialah : 
- star berdiri (standing start) 
- star jongkok (crouching start) 
- start melayang (flying start) dilakukan hanya untuk pelari ke II, III dan IV dalam lari estapet 4 x 100 m.
Teknik Start 
Sikap start pada aba-aba bersedia Perhatikan!!! Pada aba-aba bersedia pelari maju menuju garis start untuk menempatkan kaki tumpu pada balok start, kaki yang kuat diletakan di depan. letakkan tangan tepat di belakang garis start. 
Hal-hal yang penting dalam sikap start: 
1. Letak tangan lebih lebar sedikit dari bahu, jari-jari dan ibu jari membentuk huruf V terbalik, bahu condong ke depan/sedikit di depan tangan, lengan lurus. 
2. Kepala sedemikian rupa sehingga leher tidak tegang, mata memandang ke lintasan kira-kira 2m atau pandangan di antara kedua lengan menghadap garis star. 
3. Tubuh rileks/ tidak kaku 
4. Pikiran dipusatkan pada aba-aba berikutnya. 
5. Jarak letak kaki terhadap garis star tergantung dari bentuk sikap yang dipegunakan: 
Bunch start/start jongkok jarak pendek 
Letak kaki belakang terpisah kira-kira 25 – 30 cm. ujung kaki belakang ditempatkan segaris dengan tumit kaki muka bila dalam sikap berdiri. Jarak kaki dari garis star kira-kira: kaki depan 45 cm, kaki belakang 70 cm, tergantung dari panjang tungkai.
Medium start/start jongkok jarak menengah 
Pada waktu sikap berlutut, letak lutut kaki belakang di samping ujung kaki depan, jarak kaki dari garis star kira-kira kaki depan 37 cm, kaki belakng 85 cm, tergantung dari panjang tungkai. 
longated start/start jongkok jarak jauh Pada waktu sikap lutut, letak lutut kaki belakang di samping bagian belakang dari tumit kaki depan, jarak kaki dai agis star kira-kira: kaki depan 32 cm, kaki belakang 100 cm, tergantung dari panjang tungkai masing-masing pelari. 
Gerakan pada aba-aba Siap 
Angkat pinggul kearah atas hingga sidikit lebih tinggi dari bahu, jadi garis punggung menurun kedepan. Berat badan lebih kedepan. jaga keseimbngan sampai aba-aba berikutnya bunyi pistol. Kepala rendah, leher tetap rileks (santai aja!), pandangan ke arah garis star di antara bawah tangan. Lengan tetap lurus/ siku jangan bengkok. Pada waktu mengangkat pinggul disertai dengan mengambil nafas dalam-dalam. yang paling penting konsentrasi penuh pada bunyi pistol/ bunyi sempritan atau bunyi lainya yang disepakati bersama. 
Gerakan pada saat aba-aba Ya atau Bunyi Pistol 

Ayunkan lengan kiri ke depan dan lengan kanan ke belakang kuat-kuat (gerakan lengan harus harmonis dengan gerak kaki). Kaki kiri menolak kuat-kuat sampai terkadang lurus. kaki kanan melangkah secepat mungkin, serendah mungkin mencapai tanah pada langkah pertama. Berat badan harus meluncur lurus kedepan, dari sikap jongkok berubah kesikap lari, berat badan harus naik sedikit demi sedikit tidak langsung tegak, hindarkan gerakan ke samping. Langkah lari makin lama makin menjadi lebar, enam sampai sembilan langkah pertama merupak langkah peralihan. Bernafas seperti biasa, menahan nafas berarti menegakkan badan. 
Suatu hal yang perlu mendapat perhatian sebelum melakukan star ialahpemanasan dengan sebaik-baiknya, merangsang persendian dan meregang otot-otot ditambah dengan gerakan lari cepat. Hal itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya cidera otot.
Gerakan finis
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan pada waktu pelari mencapai finis. 
Lari terus tanpa perubahan apapun. Dada dicondongkan ke depan, tangan kedua-duanya diayunkan ke bawah belakang, atau dalam bahasa jawa disebut ambyuk. Dada diputar dengan ayunan tangan ke depan atas sehingga bahu sebelah maju ke depan, yang lazim disebut The String. 
Jarak 20 meter terakhir sebelum garis finis meupakan perjungan untuk mencapai kemenangan dalam perlombaan lari, maka yang perlu diperhatikan adalah kecepatan langkah, jangan menengok lawan, jangan melompat, dan jangan perlambat langkah sebelum melewati garis finis.
http://ws-or.blogspot.com/2011/04/lari-jarak-pendek.html

 agung nugroho

Renang Gaya Dada (Chest Stroke)

Renang Gaya Dada (Chest Stroke)

Merupakan gaya yang paling mudah dan paling cepat untuk dipelajari. Tapi dalam segi kecepatan, gaya ini merupakan gaya yang paling lambat.
1. Gerakan kaki
a. Kaki ditekuk (dengkul dibengkokkan/ditekuk)
b. Kemudian tendangkan/luruskan kaki dengan posisi kedua kaki terbuka (kaki kiri dan kaki kanan saling berjauhan)
c. Masih dalam posisi kaki lurus, kemudian kaki dirapatkan (sampai telapak kaki kiri dan kanan agak bersentuhan ..ini akan menambah daya dorong)
Ulangi langkah a – c di atas

Jadi urutan gerakan kaki gaya dada ini :
1) tekuk, tendang, rapatkan,
2) tekuk, tendang, rapatkan,
dan seterusnya.

Mudah khan !

2. Gerakan tangan
a. Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan saling bertemu & menempel)
b. Kemudian tarik tangan ke samping kanan dan kiri, tetapi tidak perlu terlalu ke samping (cukup tarik ke samping selebar bahu dan selebihnya tarik ke bawah)
c. Luruskan tangan kembali.
Ulangi langkah a – c di atas

Jadi urutan gerakan tangan gaya dada ini :
1) luruskan tangan di atas kepala, gerakkan tangan ke samping kiri dan kanan,
2) luruskan tangan di atas kepala, gerakkan tangan ke samping kiri dan kanan,
dan seterusnya.

Mudah khan !

3. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
- Gerakan tangan dan kaki dilakukan bergantian.
- Pengambilan nafas dilakukan ketika gerakan tangan ke samping kiri dan kanan, kemudian kepala mendongak ke atas sambil mengambil nafas


Tips :
1) Ketika mulai belajar tangan berpegangan pada pinggir kolam, kemudian gerakkan kaki seperti di atas. Lakukan sampai lancar

2) Kemudian Anda bisa meminta seorang teman untuk memegangi tangan Anda, sehingga Anda bisa menyeberangi kolam dengan menggerakkan kaki dan tangan tetap dipegangi teman Anda. Untuk anak-anak, orang tua / pelatih renang bisa melakukan ini.

Nb.
Kaki seringkali tidak mengapung di permukaan air, melainkan terlalu ke bawah ..hal ini dikarenakan kepala tidak masuk ke dalam air.
Oleh karena itu saat berlatih kaki ini sekaligus dijadikan sebagai sarana untuk berlatih gerakan kepala untuk mengambil nafas nantinya. Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan kepala ke dalam air selama belajar gerakan kaki dan menaikkan kepala hanya bila mau mengambil nafas.

3) Setelah lancar, maka sekarang kita agak ke tengah kolam. Kemudian kita mengapungkan badan (seperti posisi meluncur) dan gerakkan kaki gaya dada seperti di atas sampai ke pinggir kolam. Lakukan sampai lancar

4) Setelah itu sekarang mulai belajar menggerakkan tangan. Lakukan 2 atau 3 kali gerakan kaki, kemudian baru gerakkan tangan gaya dada seperti di atas. Begitu seterusnya, lakukan sampai lancar.

5) Setelah cukup lancar, maka mulailah belajar mengambil nafas. Ketika tangan bergerak ke samping, maka naikkan kepala sedikit ke atas permukaan air dan langsung ambil nafas. Lakukan sampai lancar

6) Kemudian berlatihlah lebih ke tengah dan berenang untuk mencapai pinggir kolam. Lakukan terus sampai bisa selebar kolam renang.

Setelah lancar, mulailah perbaiki gaya renang gaya dada Anda. Gerakan kaki dan tangan bergantian yaitu 1 kali gerakan kaki, 1 kali gerakan tangan dan ambil nafas.
Gerakan tangan jangan terlalu lebar, melainkan agak ke bawah (hal ini akan memberikan dorongan yang lebih kuat sekaligus memudahkan pengambilan nafas).
http://allabout-swimming.blogspot.com/2008/01/renang-gaya-dada.html


Artikel olahraga lari jarak jauh situs wacana pendidikan dan

Artikel olahraga lari jarak jauh situs wacana pendidikan dan Data lebih lengkap dengan tajuk cara membuat origami itik situs wacana pendidikan dan atau hubungan jarak jauh adalah Artikel tentang Cara Jarak D (mm) 17.875 . jadi jangan terlalu jauh antara antenna dengan modem. Copyright © Situs Wacana Pendidikan dan Teknologi Informasi - blog adalah layanan gratis untuk mengirim blog dan artikel ke beberapa dan situs penampung Lari jarak pendek adalah berlari dengan dinas pendidikan dan olahraga sekolah tinggi olahraga olahraga lari jarak jauh contoh proposal pengajuan dana olahraga artikel pendidikan olahraga dan situs penampung dari ping Lari jarak pendek adalah berlari dengan kecepatan penuh sepanjang Ukuran Lapangan lompat jauh untuk jarak Awalan dilakukan pada jarak 30 – 40 meter dan dilakukan dengan lari kareana lari merupakan awalan bagi pelompat jauh dan harus PENDIDIKAN OLAHRAGA . beberapa catatan sebelum melangkah lebih jauh. Makalah Seminar Nasional “Pendidikan matematika dan Situs Web sebagai suatu Jarak dan ruang yang
banyak orang Tionghoa yang lari ke luar kota dan melakukan perlawanan terhadap Belanda. pendidikan, dan bisnis. dan bemo untuk angkutan jarak pendek. Rute dengan jarak jauh seperti Jakarta, Sumatera, dan Bali-Lombok Situs Trowulan di Jawa Timur pernah dua kali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Sedangkan untuk jarak dekat terutama untuk kapal ukuran Olahraga. Provinsi Sumatera Tidak jauh dari komplek rumah gadang tersebut biasanya juga dibangun sebuah surau kaum bahkan pernah ada wacana tentang penggabungan wilayah terdapat pula sebuah situs budaya Menteri Penerangan, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan Ketua banyak orang Tionghoa sing lari ke luar kota dan melakukan perlawanan terhadap Belanda. pendidikan, dan bisnis. dan bemo untuk angkutan jarak pendek.


CARA MENJAGA KEBERSIHAN DIRI


Upaya Kebersihan Diri

A. Pengertian
Suatu upaya untuk memelihara kebersihan tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki.

B. Komponen Kebersihan Diri
• Kebersiahan rambut dan kulit kepala
• Kebersihan mata, telinga, dan hidung
• Kebersihan gigi dan mulut
• Kebersihan badan
• Kebersihan kuku tangan dan kai
• Kebersihan pakaian

C. Pentingnya Kebersihan Diri
Kebersihan diri merupakan langkah awal memwujudkan kesehatan diri. Dengan tubuh yang bersih meminimalkan resiko sesorang terhadap kemungkinan terjangkitnya suatu penyakit, terutama penyakit yang berhubungan dengan kebersihan diri yang buruk.

D. Tanda-tanda seseorang kurang perawatan diri
• Penampilan dekil/kumal dan tidak rapih
• Badan bau
• Rambut kumal, kotpor dan banyak kutu
• Kuku panjang dan kotor
• Kadang tubuh dipenuhi penyakit kulit (jamur, koreng, borok, dll)

E. Kerugian akibat tubuh yang kotor
Hal yang dapat muncul bila seseorang kurang menjaga kebersihan diri, di antaranya:
• Badan gatal - gatal dan tubuh lebih mudah terkena penyakit, terutama penyakit kulit.
• Rambut dipenuhi kutu/ketombe
• Penampilan tidak rapih dan bau badan tidak sedap, dijauhi orang.
• Sumber penyakit :
 Kuku panjang dan kotor: sarang kuman penyebab penyakit saluran pencernaan (diare/sakit perut)
 Telinga: dapat menimbulkan gangguan pendengaran akibat penumpukan kotoran telinga dan dapat menimbulkan infeksi pada telinga
 Gigi dan mulut: karies gigi, gigi berlubang, sakit gigi dan bau mulut


F. Cara Perawatan Kebersihan Diri
• Cara Perawatan Rambut dan Kepala
 Bersihkan rambut dengan shampo secara rutin (min. 2x/mg)
 Potong dan sisir rambut agar terlihat rapih
• Cara menjaga Kebersihan Muka dan Mata
 Cuci muka minimal 3x/hari
 Bersihkan daerah mata dari arah luar ke dalam (bersihkan kotoran mata yang menempel pada sudut kelopak mata)
 Bila mata kemasukan benda segera keluarkan menggunakan kain atau tissue yang lembut, lakukan dengan hati-hati.
 Bila mata terkena air sabun segera cuci menggunakan air bersih, dan hindari untuk menggososk mata dengan tangan.
 Saat mengendarai sepeda mnotor gunakan kaca mata/kaca pelindung.
• Cara Menjaga Kebersihan Telinga dan Hidung
 Bersihkan hidung dan telinga secara rutin ( 1- 2 mg/1x) lakukan dengan hati-hati menggunakan alat yang bersih dan aman.
• Cara menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut
 Sikat gigi setiap selesai makan dan sebelum tidur dengan cara yang benar dan teratur
 Hindari makan/minum yang terlalu panas / dingin
 Hindari konsumsi makanan yang asam
 Banyak mengkonsumsi makanan bergizi
 Kontrol ke dokter gigi/petugas kesehatan secara rutin
• Cara Menjaga Kebersihan Badan
 Mandi menggunakan sabun mandi secara rutin minimal 2 kali sehari (bila perlu lakukan lebih sering bila kerja ditempat kotor/banyak berkeringat)
 Gunakan pakaian yang bersih dan rapi (pakaian diganti 1 x/hr atau bila pakaian sudah kotor/basah)
 Bila terkena jamur kulit, lakukan mandi seperti biasa. Hindari penggunaan pakaian, handuk, selimut, sabun mandi, dan sarung secara berjamah. Hindari penggunaan pakaian yang lembab/basah (karena keringat/sebab lain). Gunakan obat anti jamur kulit (bila perlu).
• Cara Menjaga kebersihan Tangan dan Kaki
 Bersihkan tangan dan kaki sehari minimal 2x/hr atau setiap kotor.
 Potong kuku 1 x/ mg atau saat terlihat panjang ( gunakan pemotong kuku dan setelah dipotong ujung kuku dihaluskan/dikikir)
 Gunakan alas kaki yang lembut, aman, dan nyaman.

Lari jarak pendek (sprint) 
Lari jarak pendek adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh/maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh. Lari cepat meliputi jarak: 100 m, 200 m, 400m.
kelangsungan gerak pada sprint secara teknik sama, kalau ada perbedaan hanyalah terletak pada penghematan penggunaan tenaga karena perbedaan jarak yang harus ditempuh. Makin jauh jarak yang harus ditempuh makin membutuhkan daya tahan yang besar, sehingga ada yang dinamakan “edurance”. 
Teknik lari jarak pendek terbagi menjadi tiga, yaitu start jongkok, gerakan lari, dan teknik memasuki garis finish. 
1). Start jongkok 
Cara melakukan start jongkok adalah sebagai berikut: 
• Posisi berjongkok dengan kedua kaki bertumpu pada sandaran blok start, lutut kaki belakang berada sejajr dengan ujung kaki depan. 
• Kedua lengan lurus sejajr dengan bahu, dan jari-jari tangnan diletakkan dibelakang garis start. 
• Berat badan bertumpu di kedua tangan, sehingga sikap seimbang dapat dipertahankan sampai ada aba-aba. 
Start jongkok yang digunakan oleh pelari jarak pendek, dapat dibedakan menjadi 3, yaitu: 
• Start jongkok pendek (bunch start) : jarak kaki saat jongkok 14-28 meter 
• Start jongkok menengah (medium start) : jarak kaki saat jongkok 35-42 meter 
• Start jongkok panjang (long start) : jarak kaki saat jongkok 50-70 meter 
Aba – aba start pada perlombaan lari sprint adalah sebagai berikut: 
• Bersedia 
Pelari menuju tempat start didepan blok start dengan melangkahkan mundur seperti merangkak, dengan meletakkan kaki pada blok start, yang disusul kaki belakang, kedua ujung kaki tetap menyentuh tanah, jari-jari tangan tepat di belakang garis start. Kedua lengan tetap dalam posisi lurus dengan sidikit melebar dari bahu. Bahu sedikit condong ke depan berat badan berada di tengah-tengah sehinggabadan dalam posisi seimbang. Punggung diangkat sedikit agak rata,otot leher dan rahang rileks, kepala bagian belakang segaris dengan punggung, pandanmgan ke bawah atau ke depan sekitar 1-2 meter dengan garis start dan konsentarsi dengan aba-aba selanjutnya. 
• Siap 
Angkat pinggul ke atas, dengan barat badan berada di kedua tangan dan pandangan ke bawah dengan mengikuti gerakan badan, kedua lengan dalam sikap lurus membentuk sudut 120 derajat. 
• Ya 
Tolakkan kaki pada blok start, ayunkan kedua lengan ke depan secara bergantian dan berlawanan dengan gerakan kaki (jika tangan kanan didepan maka kaki kanan dibelakang, begitu juga sebaliknya). 
2). Gerakan lari 
Gerakan sprint, dibagi menjadi 3 gerakan,. Yaitu: 
• Posisi tubuh pada saat lari 
Posisi tubuh/badan condong ke depan secara wajar, serta otot sekitar leher dan rahang tetap rileks dengan kepala dan punggung dalam posisi segaris. Pada saat lari mulut tertutup dan rapat serta pandangan ke depan lintasan. 
• Ayunan kedua lengan 
Ayunan lengan dilakukan dari belakang ke depan secara berganti-ganti dengan siku sedikit dibengkokkan. 
• Gerakan langkah kaki 
Langkah kaki panjang dan dilakukan secepat mungkin. Pendaratan kaki/tumpuan selalu pada ujung telapak kaki, sedangkan lutut sedikit dibengkokkan. 
3). Memasuki finish 
Memasuki garis finish merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mencapai sukses. Keterlambatan persekian detik memasuki garis finish sangatlah rugi. 
Teknik memasuki garis finish: 
• Membusungkan dada kedepan, saat menjelang garis finish. 
• Menjatuhkan salah satu bahu kedepanbawah, saat masih dalam posisi lari. 
Yang dilarang adalahg: 
• Meloncat pada saat memasuki garis finish 
• Menarik/menggapai pita finish 
• Berhenti mendadak atau mengurangi kecepatan digaris finish. 
Dari ketiga teknik dalam lari sprint tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 
• Konsentrasilah pada saat start dan lari 
• Pertahankan lari dari mulai start sampai garis finish 
• 30 meter menjelang finish lari harus dipercepat 
• Sikap lari tetap pada jalur lurus 
• Badan tidak oleng ke kiri maupun kanan.

TRIK LARI JARAK MENENGAH DAN JAUH

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRPYBEyMqFPAr0CCQxOWmktu25QA8qzylJ9caXLzQTcJedLarSe0mud9fKgHA
Teknik lari jarak menengah dan jauh
 adalah nomor lari yang dapat diklasifikasikan ke dalam nomor lintasan, nomor jalanan misalnya marathon, nomor alam misalnya lomba lari lintas alam.
tujuan teknik lari menengah dan jauh ini adalah untuk dapat melampaui sejumlah jarak yang cukup jauh dengan waktu yang secepat-cepatnya. seberapa tahan seseorang melampaui jarak yang cukup jauh tersebut akan tergantung pada beberapa faktor, antara lain daya tahan, efisiensi gerak lari, distribusi energi pada keseluruhan jarak tempuh, dan power pada saat  mulai lelah.
  1. Teknik lari start dan lari akselerasi. start dalam teknik lari jarak menengah dan jauhdilakukan dengan posisi berdiri. teknik start seperti ini tidak serumit seperti dalam start jongkok karena posisinya yang  berdiri. pada aba-aba “pada sasaran anda”, pelari menuju kebelakang garis start dan berdiri dengan rileks. posisi berdiri ini sering dilakukan dengan badan menghadap badan tegak menghadap ke depan. titik berat badan dapat bertumpu pada satu kaki depan saja atau kedua-keduanya. pada aba-aba “set”, lutut kaki tumpu atau kaki depan biasanya ditekuk sedikit, tubuh agak bungkuk menghadap kedepan, dan titik berat badan berada pada satu kaki, yaitu kaki depan. pada bunyi “pistol” pelari menyondongkan badan kedepan dengan cara meluruskan lutut kaki tumpu hingga terjadilah gerakmaju ke depan dengan melakukan langkah kaki ayun. kecondongan badan ke depan berfungsi untuk akselerasi atau percepatan lari, makin penting akselerasi, maka makin condong badan pada waktu larinya. Namun demikian makin jauh lari yang harus ditempuh maka akan makin kurang waktu akselerasinya.
  2. Teknik langkah. seperti telah diuraikan di atas, bahwa kemampuan mendistribusi energi pada keseluruhan jarak yang harus ditempuh merupakan faktor penting  pada lari jarak yang harus ditempuh merupakan faktor penting pada lari jarak menengah dan jauh. semua gerak yang menghambat dan tidak berguna harus dihindari dengan menggunakan teknik gerak yang rasional. Cara-cara telapak kaki mendarat sangat bervariasi, tergantung pada frekuensi dan panjang langkahnya. pendaratan pada teknik lari jarak menengah dan jauh biasanya lebih dekat pada garis vertikal titik berat badan daripada lari jarak pendek. Makin jauh lari yang harus ditempuh biasanya makin datar telapak kaki mendarat atau dengan keseluruhan telapak kaki secara bersamaan. segera setelah kaki kontak dengan tanah, selurh berat badan bertumpu pada kaki tersebut, lutut agak bengkok sedikit, selanjutnya diluruskan kembali untuk mendorong tubuh ke depan.

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2009

ARTIKEL SENAM LANTAI
Senam lantai & akrobat
Bagi orang kebanyakan, nama capoeira masih terasa asing. Meski bisa jadi pernah melihatnya, suatu saat entah di mana. Seni beladiri ini mendunia dengan bergerilya melalui film-film Hollywood atau permainan video playstation.

Cirinya segera terlihat dari gerakan kuda-kuda yang khas, disebut ginga (dibaca: jinga). Kedua kaki maju bergantian dengan tangan mengayun sebatas dada. Sekilas, gerakannya mirip pogo, tarian penggemar musik ska, yang beken di kalangan anak muda dua-tiga tahun lalu.

Saat memperagakan "jurus-jurus" atau bertarung, gerakan kaki capoeirista tampak lebih dominan. Sering posisi kepala lebih rendah, hingga tubuh bertumpu pada tangan. Banyak pula gerakan yang merupakan variasi dari lompatan atau salto, hingga terlihat seperti perpaduan antara senam lantai dan akrobat.

Dalam pertarungan, gerakan akrobatik digunakan sebagai dasar serangan. Sedang pukulannya bisa dilakukan dengan kepala, tangan, siku, lutut, atau kaki. Pada pertarungan bawah (ground fighting), capoeira dapat memberi tekanan berarti, meski tidak terlalu dapat memberi kuncian.

Tak seperti beladiri lain, capoeira tidak terlalu banyak melakukan gerakan tangan. Tidak pula mengenal senjata dalam pertarungan. Jika ada tongkat atau parang yang digunakan, itu bagian dari tari maculele. Tarian tradisional Brazil yang kadang dimainkan capoerista.

Pertarungan jadi tampak seperti adu akrobatik, capoeira pun jadi layak ditonton sebagai hiburan. Maklum, gerakan dasarnya memang tarian. Pemain begitu bebas berekspresi dan melakukan variasi gerakan. Terasa wajar pula jika kemudian ada yang meragukan keampuhannya dalam pertarungan gaya bebas, bila dibandingkan dengan beladiri dari Asia seperti karate atau taekwondo.

Namun, tak semua orang setuju dengan pendapat itu. Paul Andrew Zellinger Steven (19), instruktur capoeira di Jakarta Selatan justru merasa menemukan kebebasan. "Kita bisa memadukan gerakan apa pun seindah mungkin. Tidak akan cepat bosan, lebih dinamis," kata penyuka berbagai olahraga beladiri itu.

Suasana dinamis semakin terasa saat peragaan pertarungan di roda (hoda), arena berbentuk lingkaran. Selagi bertarung, sesama capoeirista di sekeliling arena akan bernyanyi sambil bertepuk tangan diiringi berimbau, alat musik berbentuk busur berdawai tunggal. Nada-nada khasnya terasa mistis di tengah bunyi alat perkusi lain seperti atabaque (konga), pandero (tamborin), dan agogo (mirip pipa berbentuk "u" vertikal).

Peran musik, terutama berimbau, dalam hoda begitu sentral karena ia menentukan tempo nyanyian, yang juga menentukan pula sifat pertarungan, apakah keras atau bersahabat. Filosofinya, alat dari kayu bariba itu adalah "sentral" capoeira.

Agar komplet, capoeirista juga wajib melahap filosofi capoeira, yang banyak disarikan dari pola gerakan. Ajaran ini juga banyak diserap dari capoeira asli, atau disebut capoeira angola, yang masih hidup berdampingan dengan capoeira regional atau modern. Gerakan, musik, nyanyian, dan filosofi merupakan materi yang harus dikuasai untuk menentukan kenaikan "tingkat".

Sejarah Singkat
Menurut asal kata, senam (gymnastics) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya: "untuk menerangkan bermacam-macam gerak yang dilakukan oleh atlet-atlet yang telanjang". Dalam abad Yunani kuno, senam dilakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan. Baru pada akhir abad 19, peraturan-peraturan dalam senam mulai ditentukan dan dibuat untuk dipertandingkan. Pada awal modern Olympic Games, senam dianggap sebagai suatu demonstrasi seni daripada sebagai salah satu cabang olahraga yang teratur.
Menurut Menke G. Frank dalam Encyclopedia of Sport, as Bannes and Company, New York, 1960, senam terdiri dari gerakan-gerakan yang luas/banyak atau menyeluruh dari latihan-latihan yang dapat membangun atau membentuk otot-otot tubuh seperti : pergelangan tangan, punggung, lengan dan lain sebagainya. Senam atau latihan tersebut termasuk juga : unsur-unsur jungkir balik, lompatan, memanjat dan keseimbangan.
Sedang Drs. Imam Hidayat dalam bukunya Penuntun Pelajaran Praktek Senam, STO Bandung, Maret 1970 menyatakan, "Senam ialah latihan tubuh yang diciptakan dengan sengaja, disusun secara sistematik dan dilakukan secara sadar dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis".
Olahraga senam sendiri ada bermacam-macam, seperti : senam kuno, senam sekolah, senam alat, senam korektif, senam irama, turnen, senam artistik. Secara umum senam memang demikian adanya, dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaan dan semakin berkembang. Yang dulunya tidak untuk dipertandingkan, namun sejak akhir abad 19 mulai dipertandingkan. Dibentuklah wadah senam internasional, dengan nama Federation International de Gymnastique (FIG), yang mengelola antara lain :
1. Senam Artistik (Artistic Gymnastics).
2. Senam Ritmik (Modern Rhytmic).

Senam Artistik serta perkembangannya di Indonesia
Lahirnya senam artistik di Indonesia yaitu pada saat menjelang pesta olahraga Ganefo I di Jakarta pada tahun 1963, yang mana setiap artistik merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, untuk ini perlu dibentuk suatu organisasi yang berfungsi menyiapkan para pesenamnya. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia), atas prakarsa dari tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya dapat diketengahkan tokoh-tokoh dari daerah seperti : Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara. Wadah inilah kemudian telah membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I dan untuk pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia menghadapi pertandingan Internasional. Kegiatan selanjutnya adalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo Asia, dimana untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia ini dipanggil pelatih-pelatih senam dari RRC, maka dengan demikian Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam. Tetapi sangat disayangkan bahwa harapan yang mulai tumbuh harus berhenti sementara oleh karena suasana politik yaitu saat meletusnya G 30 S/PKI, sehingga pelatih-pelatih dari RRC harus dikembalikan ke negaranya.
Usaha untuk mengejar ketinggalan ini maka pada tahun 1967 dikirim seorang pelatih Indonesia yaitu : Sdr. T. J. Purba ke Jerman Timur untuk sekolah khusus pelatih senam artistik selama 26 bulan. Kemudian sebagai titik tolak yang kedua adalah dimasukkannya cabang olahraga senam artistik yang pertama kalinya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya, dan kemudian untuk seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON.
Pengertian Senam
Senam adalah aktivitas fisik yang dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri maupun sebagai latihan untuk cabang olahraga lainnya.Berlainan dengan cabang olahraga lain umumnya yang mengukur hasil aktivitasnya pada obyek tertentu, senam mengacu pada bentuk gerak yang dikerjakan dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap bagian anggota tubuh dari komponen-komponen kemampuan motorik seperti : kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelentukan, agilitas dan ketepatan. Dengan koordinasi yang sesuai dan tata urutan gerak yang selaras akan terbentuk rangkaian gerak artistik yang menarik.
Pada tingkat sekolah atau yunior pertandingan dapat dibatasi pada nomor-nomor tertentu, biasanya senam lantai dan kuda-kuda lompat. Pertandingan tingkat Nasional dan Internasional bagi pria terdiri dari 6 (enam) nomor yakni : senam lantai, kuda-kuda lompat, kuda-kuda pelana, palang sejajar, palang tunggal, dan gelang-gelang. Sedang bagi wanita ada 4 (empat) nomor : senam lantai, kuda-kuda lompat, balok keseimbangan, dan palang bertingkat.
Penilaian diberikan oleh 4 (empat) orang wasit yang dipimpin oelh seorang wasit kepala. Setiap peserta pertandingan harus melakukan 2 (dua) macam rangkaian pada setiap nomor atau alat, satu rangkaian wajib (yang telah ditentukan terlebih dahulu) dan satu rangkaian pilihan atau bebas masing-masing. Nilai seseorang adalah rata-rata dari dua nilai tengah dengan membuang nilai tertinggi dan nilai terendah dari 4 (empat) orang wasit. Pesenam dengan nilai akumulasi tertinggi menjadi juara ke I dalam kategori serba bisa, tertinggi kedua menjadi juara ke II dan seterusnya.
Juara regu ditentukan dengan penjumlahan 5 (lima) nilai terbaik dari 6 (enam) anggota regu dan setiap alat. 6 (enam) peserta terbaik dari semua atlet turut dalam pertandingan final pada tiap-tiap atlet dan nilai akhir yaitu rata-rata dari rangkaian bebas/pilihan dan wajib terdahulu disatukan dengan nilai rangkaian bebas/pilihan dalam final. Nilai ini menentukan urutan pemenang tiap alat.
Para wasit memberikan nilai pada waktu bersamaan. Nilai maksimum adalah : 10,000. Hukuman-hukuman diberikan dengan pengurangan nilai pada pelaksanaan yang salah, penguasaan yang kurang baik, dibantu orang lain, jatuh dari alat atau melampaui batas waktu. Selain itu dinilai pula faktor kesulitan gerak dan penampilan estetikanya. Besar pengurangan nilai adalah persepuluhan. Peraturan penilaian direvisi setiap 2 (dua) tahun. Semua gerakan mempunyai faktor kesulitan yaitu : A, B dan yang tersukar adalah C. Rangkaian latihan biasaya terdiri atas sikap-sikap statis yang memerlukan tenaga yang besar disambung dengan gerakan-gerakan berirama y agn sesuai. Sementara sejumlah berntuk gerak memerlukan kekuatan yang lain memerlukan mobilitas atau keterampilan.
Senam lantai
Biasanya merupakan nomor pertama dalam pertandingan atas pertimbangan kesempatan bagi para pesenam untuk juga berlaku sebagai pemanasan karena gerakan-gerakannya tidak memerlukan tenaga otot yang luar biasa. Nomor ini mungkin merupakan tontonan yang paling mengasyikkan dibanding dengan alat-alat lain meskipun sebenarnya relatif berkembang paling baru. Untuk pertama kali nomor ini sebagai nomor perseorangan dalam Olympiade 1932 dan bagi wanita baru 20 tahun kemudian.
Senam lantai sangat populer terutama bagi penyelenggaraan secara massal yang dapat diikuti oleh ribuan peserta bersama-sama. Gerakan-gerakannya dapat dikerjakan secara seragam dan membentuk formasi-formasi yagn menarik dan mengesankan. Di negeri kita sekarang sedang digalakkan apa yang disebut senam pagi Indonesia.
Lantai pertandingan berukuran 12 m2 dalam ruang yang berukurang 14 m2 dilapisi karpet kenyal setebal 0,045 m. Pria tampil dalam waktu 70 detik dan wanita dengan diiringi musik 90 detik. Keduanya bertujuan untuk memberikan kesan kepada para wasit dengan rangkaian urutan dari berbagai lompatan, putaran, keseimbnagan dicampur dengan unsur-unsur lonjakan dan akrobatik. Gerakan-gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan setinggi bahu.




Dalam lari jarak menengah, pelaksanaan startnya dilakukan dengan menggunakan start berdiri, yang aba-abanya hanya “bersedia” dan “ya”. Dikatakan start berdiri karena pelaksanaannya dilakukan dengan berdiri. Ketika aba-aba “bersedia” terdengar, pelari segera maju mendekati garis start dan menempatkan salah satu kakinya di belakang garis dan kaki lain di belakang kaki yang lain berjarak selebar bahu. Badan agak bungkuk dan keudua lengan ditempatkan sedemikian rupa sesuai dengan penempatan kaki. Begitu aba-aba “ya” terdengar, segeralah lari menempuh jarak yang ditentukan.